For Sell: Rumah Kos Masih Berjalan (FULL FUNITURE!)

Rumah 2 lantai
Jalan: gang muat mobil
lokasi: dekat klinik pengobatan alternatif

Sertifikat Hak Milik
Full Furniture
Daya Listrik 10.500
Harga 1,8 M (Flexibel)

Alamat: Jln Kalipasir, gang Tembok nomor 32, Cikini
Luas Tanah: 180 meter persegi
Luas Bangunan: 240 meter persegi,
Jumlah Kamar: 13 kmr tidur (12 operasional + 1 ibu kos)
Fasilitas: AC + Kamar mandi di dalam kamar

Harga sewa per kamar tiap bulan: Rp 1.5 juta (dikali 12 kamar)
Pengeluaran per bulan : +- 4 juta (listrik+air pam+gaji pegawai)
Income per bulan : +- 16 juta

Alasan dijual: pemiliknya ingin expansi bisnis.

Kos-kosan Masih Berjalan sampai saat ini (sewa harian, untuk berobat pengobatan alternatif) .

Target market: Pasien yang sedang dalam masa pengobatan di klinik alternatif terdekat.


Hubungi : Karen (Mr) 0815 1130 4004
email: karen@indoasiateknologi.com


Tidak ada posting yang sesuai dengan query Anda. Tampilkan semua posting
Tidak ada posting yang sesuai dengan query Anda. Tampilkan semua posting

Update Berita

Cerita Keluarga (Bagus, nih Gan...)

the story begin now :
Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.
Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan diriku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.
"Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya.Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!" Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!
"Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? ... Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!
"Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun.Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung.Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku.

Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman,menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya merengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik...hasil yang>begitu baik..."Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya?Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?"
Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah,saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku."Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya."Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan, saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!"Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini."Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.

Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku:"Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimkanmu uang."Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang.
Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas) .

Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, " Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!"Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku?Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?"Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu? "Aku merasa tersentuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu. ..
"Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu."Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku."Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!"Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu..
"Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus,seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan membalut lukanya."Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya."Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi,batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..."Di tengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya,dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Berkali-kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga,mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah disini.
"Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel,ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit.Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya."Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan menjadi buah bibir orang?
"Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!"Mengapa membicarakan masa lalu?"Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.

Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?"Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku."Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat.
"Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, saya kehilangan satu dari sarung tanganku.Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya.Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya."Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku.Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih kepadanya adalah adikku."Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

"When life gives you a hundred reasons to cry, show life that you have a THOUSAND reasons to smile.."


diambil dari forum: kaskus.us

Foto2

modem belkin (wireless) tampak atas

modem belkin (wireless) tampak atas

modem belkin (wireless) tampak bawah

modem belkin (wireless) tampak bawah

modem belkin (wireless) tampak samping

modem belkin (wireless) tampak samping

About This Blog

JOKE (DEWASA)

Konon, di suatu desa tinggal seorang ibu dan anak perempuannya. Sang ibu selalu berpesan pada anaknya yang sudah beranjak dewasa itu agar kalau mencari pria idaman yang masih perjaka ting-ting, kaya, cakep dll. Pada suatu hari, si anak hendak pergi ke kota. Ketika pamit pada ibunya,sang ibu berpesan lagi,"Nak, jangan lupa ya, kalau mencari pria yang masih perjaka ting-ting".

"Iya,bu,"jawab si anak.

Di kota, ketika makan di restoran, seorang pria yang 'dandy' mendekati dan mengajak kenalan.Mereka terus ngobrol hingga malam telah larut. Menyadari jarak dari kota ke desa yang jauh, si pria menawarkan mengantar dengan mobil mewahnya. Si gadis menganggukkan kepala pertanda setuju. Di tengah perjalanan ternyata hujan badai sehingga si pria beralasan untuk menginap di motel.

Namun ternyata kamar yang tersedia hanya satu dan tempat tidurnya juga single, sehingga mereka harus tidur berdua. Akhirnya saat yang dinantikan si pria itu tiba, ia bisa merasakan keperawanan gadis desa itu dan melewatkan malam dingin dengan panas yang bergejolak.

Esoknya, ketika sudah sampai di rumahnya di desa, sang ibu bertanya kenapa kok baru pulang. Dijelaskan oleh sang gadis kejadian seluruhnya tanpa ada yang disembunyikan. Dan dia berkata dengan gembira bahwa pria yang dikenalnya masih perjaka ting-ting.

"Benar bu, selain ganteng, kaya dia masih perjaka ting-ting," kata si gadis.

" Kok kamu tahu?" tanya si ibu.

Si anak menjawab " Habis, anunya masih diplastikin, bu".

Mampir, Gan...

Pesan dari Pemilik toko:

Dear Friend,

Modem yang merek belkin, saya jual dengan harga 500 ribu (waktu beli barunya 800)
Dan untuk modem merek linksys harganya 300 ribu.

Barangnya masih bagus dan mulus...

Kalau mau lihat barangnya, bisa langsung datang ke tempat saya di : Apartemen Rajawali menara Edelweiss Lantai 28 nomor 01 Selatan. Jalan Rajawali Selatan 1 nomor 1. (telpon saya dulu sebelum mampir)

Hubungi :Karen (Mr) 0815 1130 4004.

Salam Dahsyat.





































Tampak Depan

Tampak Depan
Lcd yang sebelah kanan sudah terjual...

tampak belakang

tampak belakang
15" masih bagus (second)

modem linksys tampak atas

modem linksys tampak atas

modem linksys tampak samping

modem linksys tampak samping

modem linksys tampak bawah

modem linksys tampak bawah

About This Blog

JOKE (DEWASA)


Di sebuah rumah sakit umum daerah, terdapat seorang Kakek yang lagi 'SEKARAT'. Sebelum Kakek itu meninggal, si Kakek tersebut mempunyai keinginan terakhir. Permintaan-nya adalah 'MENCIUM BENDERA IRAK'. Cucu Kakek itu pun bingung di mana ia mendapatkan bendera Irak tersebut. Kebetulan ada seorang Suster yang mempunyai Tatto bendera Irak di Bokong-nya. Si Suster pun rela Tattonya tersebut di cium. Si Kakek tanpa pikir panjang langsung mencium Tatto tersebut. Setelah mencium Tatto tersebut, si Kakek pun langsung mengatakn kepada si Suster. "Sus, balik kedepan lagi dong. Saya mau cium 'Saddam Hussein' untuk yang terakhir kalinya."

JOKE BONUS (DEWASA)


Suster Diperkosa Delapan Orang

Seorang suster melapor pada petugas keamanan bahwa dirinya telah diperkosa delapan pasien ketika ia jatuh pingsan di kamar mandi.

"Bagai mana Anda bisa tahu kalau yang memperkosa Anda adalah delapan orang pasien, sedangkan waktu itu Anda dalam keadaan pingsan?"

"Yang terakhir kalinya saya sadar, Pak. Dan saya merasakan klimaks. Kalau belum delapan kali biasanya saya belum bisa mencapai klimaks, Pak."

BONUS JOKE (DEWASA)

Suami Menipu Istri dengan Menggunakan Dildo

Seorang suami selalu menuntut lampu dimatikan setiap kali mereka bercinta. Suatu kali si istri nekat menyalakan lampu ketika mereka sedang melakukannya. Betapa terkejutnya si istri melihat suaminya menggunakan dildo.

"Dasar kau pria bajingan!", teriak si istri dengan marahnya, "Rupanya selama perkimpoian kita kau menipu aku ya, kau pria sontoloyo!"

"Oke oke, aku memang membohongimu selama ini", jawab si suami, "Tapi sekarang coba kamu jelaskan dari mana asalnya ketiga anak kita itu"

  © Blogger Templates Spain by indoasiateknologi.com 2008

Back to TOP